Muharram dan Spirit Pengabdian Perempuan Muslimat NU

- Jurnalis

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Endang Setiawati, S.Pd.I

Pergantian Tahun Baru Islam bukan sekadar lembaran kalender yang berganti. Datangnya 1 Muharram 1448 Hijriah adalah panggilan lembut dari Allah SWT agar setiap hati berhenti sejenak, menengok perjalanan yang telah dilalui, lalu bertanya kepada diri sendiri: Sudahkah hidup ini semakin mendekat kepada-Nya? Sudahkah keberadaan kita benar-benar memberi manfaat bagi sesama?

Hijrah Rasulullah SAW dari Makkah menuju Madinah bukan hanya kisah perpindahan tempat, melainkan perjalanan agung tentang keberanian meninggalkan segala yang menghambat menuju kehidupan yang lebih bermakna. Di dalamnya ada pengorbanan, keikhlasan, kesabaran, dan keyakinan penuh bahwa setiap langkah yang diniatkan karena Allah akan selalu menemukan jalan terbaik.

ADVERTISEMENT

iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Semangat hijrah inilah yang menjadi napas perjuangan keluarga besar Muslimat Nahdlatul Ulama. Hijrah bagi Muslimat NU bukan sekadar berpindah dari satu keadaan ke keadaan lain, tetapi berpindah dari rasa cukup menuju semangat untuk terus belajar, dari bekerja sendiri menuju kekuatan kebersamaan, dari sekadar menjalankan rutinitas menjadi pengabdian yang menghadirkan manfaat nyata bagi umat.

Sejak awal kelahirannya, Muslimat NU telah menorehkan jejak pengabdian yang begitu panjang bagi bangsa Indonesia. Di balik lahirnya generasi yang santun, keluarga yang harmonis, dan masyarakat yang religius, ada tangan-tangan penuh kasih para ibu Muslimat NU. Mereka mungkin tidak selalu berdiri di depan panggung, tetapi doa-doanya menguatkan, kasih sayangnya mendidik, dan keikhlasannya menjadi pondasi kokoh bagi masa depan bangsa.

Baca Juga :  Dari Jalan ke Demokrasi: Warga Prancis Menciptakan Ruang Baru

Di Kabupaten Tulang Bawang Barat, semangat pengabdian itu terus tumbuh. Langkah demi langkah diwujudkan melalui kaderisasi, pendidikan, dakwah, pemberdayaan ekonomi, pelayanan sosial, hingga kegiatan keagamaan yang menyentuh kehidupan masyarakat. Semua dilakukan bukan demi popularitas, melainkan sebagai wujud khidmah—pengabdian tulus yang lahir dari cinta kepada Allah, Rasul-Nya, organisasi, dan umat.

Tahun Baru Islam menjadi pengingat bahwa organisasi pun harus terus berhijrah. Berhijrah menuju tata kelola yang semakin profesional, pelayanan yang semakin luas, kader yang semakin berkualitas dan berintegritas, serta persaudaraan yang semakin kokoh. Sebab organisasi yang besar bukan hanya diukur dari banyaknya program, melainkan dari besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat.

Di tengah derasnya arus perubahan zaman, Muslimat NU memikul amanah yang semakin mulia. Menjadi penjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, menjadi ibu yang menanamkan akhlak kepada anak-anaknya, menjadi pendidik yang mencerdaskan, menjadi penggerak masyarakat, pelopor moderasi beragama, sekaligus mitra strategis dalam membangun bangsa yang damai dan berkeadaban.

Hijrah juga mengajarkan bahwa tidak ada amal yang terlalu kecil di hadapan Allah. Senyum yang menenangkan, tangan yang membantu tetangga, kesabaran mendampingi anak belajar mengaji, langkah menuju majelis taklim, hingga kesediaan meluangkan waktu untuk organisasi—semuanya adalah butiran amal yang kelak akan menjadi cahaya penerang di hadapan-Nya.

Memasuki 1 Muharram 1448 Hijriah, marilah kita membuka lembaran baru dengan hati yang lebih bersih, niat yang lebih lurus, dan semangat pengabdian yang semakin kuat. Mari mempererat ukhuwah, saling menguatkan dalam perjuangan, serta menjadikan setiap langkah sebagai bagian dari ibadah.

Baca Juga :  Ratusan Anggota Al-Hidayah Lampung Timur Ikut Rayakan Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

Para ulama Nahdlatul Ulama telah mengajarkan bahwa keberkahan organisasi bukan semata lahir dari megahnya kegiatan atau banyaknya program kerja. Keberkahan tumbuh dari hati-hati yang ikhlas, dari para pengurus dan anggota yang bekerja tanpa pamrih, dari kebersamaan yang dijaga dengan kasih sayang, dan dari niat tulus untuk melayani umat semata-mata mengharap ridha Allah SWT.

Karena itu, mari kita jadikan Tahun Baru Islam ini bukan sekadar perayaan, tetapi momentum hijrah yang sesungguhnya—hijrah menuju pribadi yang lebih bertakwa, keluarga yang lebih harmonis, organisasi yang lebih kuat, dan masyarakat yang lebih berdaya.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kekuatan, kesehatan, dan keberkahan kepada seluruh kader Muslimat NU agar tetap istiqamah dalam perjuangan, menjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah, serta terus menjadi cahaya kebaikan bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

“Mari berhijrah dengan hati yang lebih ikhlas, melangkah dengan semangat yang lebih kuat, dan mengabdi dengan cinta yang lebih tulus. Karena sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling banyak memberi manfaat bagi sesama. Dari Muslimat NU, untuk Indonesia yang berakhlak, maju, dan penuh keberkahan.”

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel tarakanindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MILAD SMK MUHAMMADIYAH TUMIJAJAR KE-30 TAHUN: MAJU, BERPRESTASI, DAN MENDUNIA
“Pemotongan Gaji Guru ASN/PPPK: Tak Boleh Main-main dengan Hak yang Dijamin Konstitusi”
Tok! MK Putuskan Sengketa Pers Tak Bisa Langsung Dipidana, Wajib Lewat Dewan Pers
Jejak Sunyi Gus Dur Ketika Zakat Dijadikan Jalan Keadilan Sosial
“2026” Ketika Waktu Tidak Lagi Sekadar Angka
“Wakil Bupati Tubaba Hadiri Natal,Jamin Kebebasan Beragama, Ajak Bangun Tubaba Bersama”
Jejak Panjang Brigjen Pol Hengki Haryadi, Perwira Reserse yang Kini Menjadi Wakapolda Riau
Lazismu Tubaba Terima Donasi 42 Juta untuk Banjir Sumatera dari Komunitas Peduli Kemanusiaan Lambu Kibang

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:09 WIB

Muharram dan Spirit Pengabdian Perempuan Muslimat NU

Senin, 9 Februari 2026 - 22:50 WIB

MILAD SMK MUHAMMADIYAH TUMIJAJAR KE-30 TAHUN: MAJU, BERPRESTASI, DAN MENDUNIA

Sabtu, 24 Januari 2026 - 18:10 WIB

“Pemotongan Gaji Guru ASN/PPPK: Tak Boleh Main-main dengan Hak yang Dijamin Konstitusi”

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:52 WIB

Tok! MK Putuskan Sengketa Pers Tak Bisa Langsung Dipidana, Wajib Lewat Dewan Pers

Senin, 19 Januari 2026 - 10:02 WIB

Jejak Sunyi Gus Dur Ketika Zakat Dijadikan Jalan Keadilan Sosial

Berita Terbaru

Agama

Muharram dan Spirit Pengabdian Perempuan Muslimat NU

Minggu, 28 Jun 2026 - 00:09 WIB