130 TAHUN TERTIDUR: RATU KOPI ROTTERDAM ITU KINI TELAH KEMBALI

- Jurnalis

Senin, 28 September 2026 - 21:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh :  Rizqon Agustia Fahsa | Senin,28.9.2026
Sutradara Debutan Film Layar Lebar asal Lampung

Tahukah kamu? Pada akhir abad ke-19, komoditas paling berharga dari tanah Lampung bukan cuma lada. Sejarah mencatat bahwa sejak tahun 1891, pemerintah kolonial Belanda membudidayakan varietas Kopi Liberika secara masif di wilayah ini karena kualitas tanah lereng Gunung Pesawaran yang luar biasa subur. Perkebunan kopi yang tercatat sebagai salah satu yang terluas di dunia.

Kopi Liberika Pesawaran ini memiliki karakteristik yang sangat unik: aroma buah nangka yang khas, ukuran ceri yang besar, dan cita rasa eksotis yang tebal. Keunikan inilah yang membuat para bangsawan di Pelabuhan Rotterdam, Belanda, jatuh cinta. Kopi dari bumi Pesawaran sukses mengguncang pasar Eropa kala itu!

Sayangnya, seiring waktu, kejayaan emas Kopi Liberika legendaris ini meredup dan terlupakan oleh zaman. Raksasa itu tertidur, hingga hari ini.

Kini, penantian panjang itu akan segera berakhir.

Dilahirkan kembali dari tanah historis yang sama, Kopi Cap Gunung Pesawaran hadir untuk menjemput kembali takhta yang sempat hilang. Kami membawa misi besar: membangkitkan kembali ruh dan kejayaan Kopi Liberika serta aroma historis Pesawaran langsung ke dalam cangkir modernmu hari ini.

Baca Juga :  Dari Jalan ke Demokrasi: Warga Prancis Menciptakan Ruang Baru

Saat kamu meminum Kopi Cap Gunung Pesawaran, kamu tidak hanya sedang menikmati kopi. Kamu sedang meneguk sejarah, menghargai keringat para leluhur, dan merayakan kembalinya sang legenda.

Dari lereng Pesawaran untuk dunia. Bersiaplah, sang kopi telah bangkit

 

Editor : Aan

Follow WhatsApp Channel tarakanindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Muharram dan Spirit Pengabdian Perempuan Muslimat NU
MILAD SMK MUHAMMADIYAH TUMIJAJAR KE-30 TAHUN: MAJU, BERPRESTASI, DAN MENDUNIA
“Pemotongan Gaji Guru ASN/PPPK: Tak Boleh Main-main dengan Hak yang Dijamin Konstitusi”
Jejak Sunyi Gus Dur Ketika Zakat Dijadikan Jalan Keadilan Sosial
“2026” Ketika Waktu Tidak Lagi Sekadar Angka
PENGKHIANAT BANGSA
ANGIN HIDUP YANG MENGUJI AKAR JIWA  
Persepsi Negara – Negara di Kawasan Asia Pasifik Terhadap Ancaman Militer China Pasca Perang Dingin ___

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 21:16 WIB

130 TAHUN TERTIDUR: RATU KOPI ROTTERDAM ITU KINI TELAH KEMBALI

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:09 WIB

Muharram dan Spirit Pengabdian Perempuan Muslimat NU

Senin, 9 Februari 2026 - 22:50 WIB

MILAD SMK MUHAMMADIYAH TUMIJAJAR KE-30 TAHUN: MAJU, BERPRESTASI, DAN MENDUNIA

Sabtu, 24 Januari 2026 - 18:10 WIB

“Pemotongan Gaji Guru ASN/PPPK: Tak Boleh Main-main dengan Hak yang Dijamin Konstitusi”

Senin, 19 Januari 2026 - 10:02 WIB

Jejak Sunyi Gus Dur Ketika Zakat Dijadikan Jalan Keadilan Sosial

Berita Terbaru