Oleh : Rizqon Agustia Fahsa | Senin,28.9.2026
Sutradara Debutan Film Layar Lebar asal Lampung
Tahukah kamu? Pada akhir abad ke-19, komoditas paling berharga dari tanah Lampung bukan cuma lada. Sejarah mencatat bahwa sejak tahun 1891, pemerintah kolonial Belanda membudidayakan varietas Kopi Liberika secara masif di wilayah ini karena kualitas tanah lereng Gunung Pesawaran yang luar biasa subur. Perkebunan kopi yang tercatat sebagai salah satu yang terluas di dunia.
Kopi Liberika Pesawaran ini memiliki karakteristik yang sangat unik: aroma buah nangka yang khas, ukuran ceri yang besar, dan cita rasa eksotis yang tebal. Keunikan inilah yang membuat para bangsawan di Pelabuhan Rotterdam, Belanda, jatuh cinta. Kopi dari bumi Pesawaran sukses mengguncang pasar Eropa kala itu!
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sayangnya, seiring waktu, kejayaan emas Kopi Liberika legendaris ini meredup dan terlupakan oleh zaman. Raksasa itu tertidur, hingga hari ini.
Kini, penantian panjang itu akan segera berakhir.
Dilahirkan kembali dari tanah historis yang sama, Kopi Cap Gunung Pesawaran hadir untuk menjemput kembali takhta yang sempat hilang. Kami membawa misi besar: membangkitkan kembali ruh dan kejayaan Kopi Liberika serta aroma historis Pesawaran langsung ke dalam cangkir modernmu hari ini.
Saat kamu meminum Kopi Cap Gunung Pesawaran, kamu tidak hanya sedang menikmati kopi. Kamu sedang meneguk sejarah, menghargai keringat para leluhur, dan merayakan kembalinya sang legenda.
Dari lereng Pesawaran untuk dunia. Bersiaplah, sang kopi telah bangkit
Editor : Aan













