Kadisdik Pesisir Barat Restui Kepsek Rangkap Jabatan: “Yang Penting Mampu”

- Jurnalis

Selasa, 20 Januari 2026 - 18:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PESISIR BARAT, Tarakan Indonesia.Com – Teka-teki mengenai rangkap jabatan Kepala Sekolah di salah satu SMP favorit di Pesisir Barat akhirnya terjawab. Kepala Dinas Pendidikan Pesisir Barat, Marnentinus, S.I.P., pasang badan terkait kebijakan kontroversial tersebut.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (19/1), Marnentinus blak-blakan menyebut bahwa penunjukan RW (Reza Wahyudi) untuk memimpin dua sekolah sekaligus bukanlah masalah besar. Baginya, kompetensi personal menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut. Selasa, (19/1)

“Rangkap jabatan yang diberikan kepada RW tidak masalah, asalkan yang bersangkutan mampu menjalankan tugasnya sembari menunggu pejabat definitif,” ujar Marnentinus dengan nada santai.

Ia berdalih, posisi RW di sekolah tersebut hanyalah sebagai Pelaksana Harian (Plh), sementara status definitifnya tetap berada di SMP Ngambur. Marnentinus beralasan, proses birokrasi untuk menetapkan kepala sekolah baru memerlukan waktu yang tidak sebentar.

Namun, pembelaan Kadisdik ini justru memicu tanya. Praktik rangkap jabatan dinilai bertolak belakang dengan semangat UU ASN No. 5 Tahun 2014 yang menuntut profesionalisme total. Publik pun menyoroti efektivitas kinerja di sekolah unggulan tersebut jika sang nahkoda harus membagi fokus di dua tempat berbeda.

Baca Juga :  HUT DWP Pesibar Ke-26: "Kita Tanam Hari Ini, Hasil Indonesia Emas 2045"

Tak hanya soal jabatan, kabar miring mengenai dugaan pungutan liar (pungli) dana BOS di sekolah yang dipimpin RW juga ikut mencuat. Menanggapi hal ini, Marnentinus tampak irit bicara. Ia beralasan masih “orang baru” di kursi kepala dinas.

“Soal itu (pungli), saya belum tahu karena baru menjabat. Kami akan segera memanggil saudara Reza Wahyudi untuk dimintai klarifikasi,” tegasnya.

Dinas Pendidikan berjanji akan segera memanggil yang bersangkutan dalam waktu dekat. Kini, publik menunggu apakah pemanggilan tersebut akan berujung pada pembenahan, atau sekadar formalitas belaka. (  LIAN )

Penulis : Lian

Editor : Azam

Follow WhatsApp Channel tarakanindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekda Tedi Zadmiko,S.KM,S.H,M.M Pimpin Langsung Apel Kendaraan Dinas Pemkab Pesisir Barat.
Bupati Pesisir Barat Dukung Penerapan Pidana Alternatif Non-Pemenjaraan
. H. Ahmad Khotob Resmi Jabat Kepala Kemenag Pesisir Barat
H. Ahmad Khotob Resmi Dilantik Jadi Kepala Kemenag Kabupaten Pesisir Bara
Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat Terima Penghargaan UHC Award dari BPJS Kesehatan
Bupati Pesisir Barat Terima Audiensi BSI KC Liwa, Dorong Sinergi Ekonomi Berbasis Syariah
Rangkap Jabatan Plus Pungli, Komplit Sudah “Derita” Pendidikan di Pesisir Barat
Dugaan Korupsi Dana BOS 14 Sekolah, Ketua LSM LIPAN Penuhi Panggilan Polres Pesisir Barat  

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 14:58 WIB

Sekda Tedi Zadmiko,S.KM,S.H,M.M Pimpin Langsung Apel Kendaraan Dinas Pemkab Pesisir Barat.

Sabtu, 31 Januari 2026 - 17:46 WIB

Bupati Pesisir Barat Dukung Penerapan Pidana Alternatif Non-Pemenjaraan

Rabu, 28 Januari 2026 - 21:06 WIB

. H. Ahmad Khotob Resmi Jabat Kepala Kemenag Pesisir Barat

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:04 WIB

H. Ahmad Khotob Resmi Dilantik Jadi Kepala Kemenag Kabupaten Pesisir Bara

Rabu, 28 Januari 2026 - 01:06 WIB

Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat Terima Penghargaan UHC Award dari BPJS Kesehatan

Berita Terbaru