LlPesisir Barat, Tarakan Indonesia.com.Dalam semangat pengabdian yang dilandasi nilai keimanan dan kecintaan terhadap sesama, kegiatan Penutupan Posko Mudik 2026 yang digelar oleh Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Pesisir Barat menjadi momentum sakral yang sarat makna. Bertempat di Gedung Cahya Kuning, Kecamatan Ngambur,Pesisir Barat pada Sabtu, 28 Maret 2026, kegiatan ini tidak sekadar seremoni, melainkan wujud nyata dari ikhtiar kolektif dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan para pemudik sebagai bagian dari khidmat kepada umat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Ansor Kabupaten Pesisir Barat, sahabat Betyanto, S.Sy., Kasat Korcab Banser Rudi Salam, M.Pd., beserta jajaran Ansor dan Banser se kab. Pesbar, serta segenap Ketua Tanfidziyah dan pengurus MWC NU Kecamatan Ngambur, dan juga sahabat-sahabat PAC di kecamatan terdekat ikut memperkuat barisan secara signifikan pada pengabdian dalam bingkai ukhuwah Islamiyah.
Dalam suasana yang penuh kekhidmatan, Ketua PC GP Ansor dan Kasatkorcab Banser Kabupaten Pesisir Barat, mengucapkan terimakasih yang sebesar-besar nya atas partisipasi semua pihak dalam pendirian, penjagaan hingga penutupan posko mudik 2026 ini. *Trimakasih kepada PW GP Ansor Lampung, PCNU Pesisir Barat, MWCNU Ngambur, Jajaran PC Ansor hingga PAC dan Ranting dan semua banom NU dan seluruh stacholder serta masyarakat juga pemudik yang ikut serta dalam agenda ini.* Ini menjadi simbol sinergi antara Banom NU dan masyarakat dalam mengemban amanah ilahiyah—menjaga, melayani, dan menebar maslahat bagi masyarakat luas. imbuh nya.
Dalam perspektif spiritual, pendirian Posko Mudik ini merupakan pengejawantahan nilai hablum minannas—merawat hubungan antar sesama manusia dengan penuh kasih dan tanggung jawab. Setiap langkah pengabdian yang dilakukan oleh Banser dan Ansor bukan sekadar tugas organisasi, melainkan ibadah sosial yang bernilai tinggi di sisi Allah SWT.
PC GP Ansor dan Banser Kabupaten Pesisir Barat memandang kegiatan ini sebagai bagian dari gerakan kebaikan yang selaras dengan fungsi didirikannya Ansor, selain organisasi pengkaderan kepemudaan berbasis NU juga menghadirkan keberkahan melalui pelayanan dan kepedulian. Posko Mudik bukan hanya tempat persinggahan fisik, tetapi juga ruang hadirnya ketenangan, keamanan, dan doa bagi para musafir yang tengah menapaki perjalanan pulang.
Semoga ikhtiar mulia ini senantiasa diberkahi, menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat, serta menguatkan nilai-nilai kebersamaan, keikhlasan, dan pengabdian dalam membangun peradaban yang berlandaskan iman dan Taqwa.(*)













