Pesisir Barat, Tatakan Indonesia.Com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pesisir Barat, Tedi Zatmiko, membuka dan menyelenggarakan rapat koordinasi (rakoor) bersama lintas sektor yang bertujuan menangani dan mengelola kesehatan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) berat. Acara yang diinisiasi Dinas Kesehatan Pesisir Barat berlangsung meriah di Aula Sanset Beach, Pesisir Barat.
Seluruh pihak yang terlibat hadir dengan antusias, antara lain PLT Kadis Kesehatan Pesisir Barat, Camat se-Kabupaten Pesisir Barat, serta perwakilan APDESI yang bantu memantau kasus ODGJ, Dinas Sosial yang tanggung jawab kesejahteraan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang bantu identifikasi ODGJ tanpa dokumen, serta Polisi Penegak Hukum (Pol PP) yang jaga ketertib.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh Sekda, disampaikan bahwa permasalahan kesehatan jiwa Pesisir Barat saat ini menjadi isu krusial yang membutuhkan perhatian serius semua pihak. Bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, masalah ini juga perlu didukung oleh pemerintah kecamatan, dipantau oleh instansi terkait, dan diselesaikan secara bersama.
Gangguan kesehatan jiwa termasuk ODGJ berat Pesisir Barat, ODGJ tanpa identitas, pemasungan, hingga persoalan psikososial lainnya, merupakan masalah yang harus ditangani secara terpadu. Tanpa koordinasi yang baik, penanganan seringkali terlambat, tidak tuntas, bahkan menimbulkan persoalan baru di lapangan.
Sekda juga berharap melalui rapat koordinasi ODGJ Pesisir Barat ini, semua pihak dapat memperkuat komitmen, menyamakan persepsi, dan mengoptimalisasi peran masing-masing dalam penanganan ODGJ lintas sektor. Ia menegaskan bahwa kesehatan jiwa merupakan bagian dari kesehatan masyarakat secara menyeluruh dan menjadi tanggung jawab bersama.
Di akhir sambutan, Sekda menyampaikan apresiasi dan terima kasih, serta mengajak semua pihak untuk saling menjaga, memperhatikan, dan memperjuangkan Kabupaten Pesisir Barat agar lebih maju ke depannya. (Lian)
Editor : Aan












