PESISIR BARAT,Tarakan indonesia.Com- Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ir. Armand Achyuni, secara resmi membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pekon Way Redak, Senin (23/02/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Pesibar, Ali Yudiem, S.H., dan Riza Pahlevi, S.T., unsur Forkopimda Pesibar, para Kepala OPD, Camat Pesisir Tengah, Peratin Way Redak, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutan nya, yang disampaikan oleh Asisten I,apresiasi atas terlaksananya program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur SPPG Pekon Way Redak.
“Ini merupakan inisiatif garda terdepan yang didedikasikan untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan pemenuhan nutrisi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan ibu hamil,” ujarnya.
Acara grand opening berlangsung meriah dan dihadiri tokoh masyarakat, perangkat desa, serta puluhan warga yang antusias menyambut solusi kesehatan berbasis komunitas tersebut. Kehadiran SPPG bukan sekadar tempat pembagian makanan, melainkan juga menjadi pusat edukasi gizi yang komprehensif.
Ditegaskan bahwa program ini bukan sekadar program pemerintah, tetapi wujud nyata kepedulian negara terhadap masa depan generasi penerus bangsa yang kelak akan menentukan arah Indonesia.
Berdasarkan data yang diterima, hingga saat ini di Kabupaten Pesisir Barat telah terdapat sembilan dapur SPPG mitra yang beroperasi serta dua dapur SPPG dalam tahap persiapan, salah satunya diresmikan pada hari ini.
Hal ini menjadi bukti nyata bahwa program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah diwujudkan secara bertahap di daerah. Ke depan, SPPG akan terus diperluas ke seluruh kecamatan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menyiapkan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan program prioritas nasional dalam rangka mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045, sekaligus sebagai upaya konkret menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak-anak.
Selain itu, tercatat sebanyak 490 penerima manfaat kategori B3 di beberapa pekon. Angka tersebut bukan sekadar data, melainkan representasi harapan keluarga dan masa depan daerah. Capaian ini menunjukkan bahwa program benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Bupati juga berpesan kepada seluruh mitra dan pengelola dapur MBG agar terus menjalin koordinasi dengan Satuan Pelaksana Program Indonesia (SPPI) dan Badan Gizi Nasional, serta mematuhi seluruh ketentuan dan petunjuk teknis, khususnya terkait kualitas, kandungan gizi, kebersihan, dan keamanan makanan.
Sebagaimana ketentuan pemerintah pusat, setiap SPPG diwajibkan memiliki Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS) sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjaga mutu dan kualitas makanan.
(Lian )













